««•»»وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
««•»»
waqaala niswatun fii almadiinati imra-atu al'aziizi turaawidu fataahaa 'an nafsihi qad syaghafahaa hubban innaa lanaraahaa fii dhalaalin mubiinin
««•»»
Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz {752} menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata."
{752} Al Aziz sebutan bagi raja di Mesir.
««•»»Some of the townswomen said, ‘The chieftain’s wife has solicited her slave boy! He has captivated her love. Indeed we see her to be in manifest error.’
««•»»
Dalam ayat ini diterangkan bahwa kejadian yang dirahasiakan itu, akhirnya tersiar juga. Bagaimana usaha Perdana Menteri beserta segenap keluarga istana menutup-nutupi rahasia rumah tangganya, usahanya itu akan sia-sia saja. Telah menjadi tutur kata oleh perempuan-perempuan dalam kota mengenai rahasia rumah tangga itu. Lebih-lebih di kalangan istri pembesar-pembesar dan pemimpin kerajaan itu. Ributlah mereka membicarakannya, bahwa istri Perdana Menteri menggoda bujangnya. Dengan nada yang sangat mengharukan keluarlah kata-kata seperti itu dari mulut mereka. Kadang-kadang antara percaya dan tidak memperbincangkan kata-kata itu. Namun berita itu telah menjadi buah bibir di kalangan pemimpin-pemimpin. Bukan hanya sekadar mengatakan bahwa istri Perdana Menteri telah jatuh cinta kepada bujangnya itu, tidak mempedulikan lagi akibat-akibat buruk yang akan terjadi, seperti cemar nama suaminya.
Selanjutnya mereka mengatakan: "Sungguh-sungguh kami melihat istri Perdana Menteri itu sudah menempuh jalan sesat yang akan membawa kepada kehinaan."
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan wanita-wanita di kota berkata) yaitu kota Mesir ("Istri Aziz menggoda bujangnya) yaitu hamba sahaya lakinya (untuk menundukkan dirinya menuruti kemauannya, sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam) lafal hubban berkedudukan menjadi tamyiz; artinya cinta Zulaikha terhadap Yusuf telah merasup ke dalam lubuk hatinya. (Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.") jelas sesat karena mencintai hambanya sendiri.
««•»»
And some of the women in the city, the city of Egypt, said, ‘The Court Officer’s wife has been seducing her boy, her servant. Indeed he has smitten her heart with love, (hubban is for specification, in other words, ‘[her] love of him has entered her heart’s pericardium (shaghāfa qalbihā), that is, its inner casing). Lo! we see her to be in plain aberration’, that is, in error evident, in her love of him.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 29]•[AYAT 31]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
30of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=30&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#12:30
•[AYAT 29]•[AYAT 31]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
30of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=30&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#12:30

Tidak ada komentar:
Posting Komentar