Kamis, 12 Februari 2015

[012] Yusuf Ayat 003

««•»»
Surah Yusuf 3

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ
««•»»
nahnu naqushshu 'alayka ahsana alqashashi bimaa awhaynaa ilayka haadzaa alqur-aana wa-in kunta min qablihi lamina alghaafiliina
««•»»
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.
««•»»
We will recount to you the best of narratives1 in what We have revealed to you of this Qurʾān, and indeed prior to it you were among those who are unaware [of it].
««•»»

Pada ayat ini Allah mengkhususkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad saw. dan tentu saja untuk diperhatikan oleh orang Arab dan umat manusia seluruhnya. Para mufassirin mengatakan bahwa surat Yusuf ini adalah salah satu di antara surat-surat dalam Alquran yang diturunkan untuk menghibur dan menggembirakan hati Nabi Muhammad saw. di kala beliau menderita tekanan-tekanan yang berat dari kaum Quraisy berupa cemoohan, hinaan, kekerasan sehingga beliau terpaksa hijrah bersama Abu Bakar ke Madinah.

Memang demikianlah halnya karena kisah Nabi Yusuf ini adalah suatu kisah yang menarik sekali, dikisahkan dengan cara terperinci tiap babak mengandung hikmah yang dalam dan pelajaran yang besar manfaatnya bagi orang yang memperhatikannya apalagi bila dilihat dari segi keindahan susunan bahasanya dan isi ceritanya yang belum dikenal seluruhnya baik oleh Nabi Muhammad saw. sendiri maupun oleh kaum Quraisy dan orang Arab pada umumnya.

Kisah ini selain menceritakan keadaan Nabi Yakub as. beserta anak-anaknya yang masih hidup dengan cara kehidupan orang-orang Badui, menceritakan pula bagaimana kehidupan dalam masyarakat yang telah maju dan berkebudayaan tinggi, bagaimana kehidupan golongan atas para penguasa yang penuh dengan kemewahan dan kesenangan dan bagaimana pula cara mereka mengendalikan pemerintahan dan mengatur perekonomian negara. Benarlah firman Allah yang mengatakan bahwa kisah Nabi Yusuf as. yang akan dikisahkan berikut ini yang baik dan menarik, kisah yang paling indah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan) melalui apa yang Kami wahyukan (Alquran ini kepadamu dan sesungguhnya) lafal in merupakan takhfif daripada lafal inna (kamu sebelumnya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui).
««•»»
We will relate to you the best of narratives in what We have revealed, in Our revealing, to you this Qur’ān, though (wa-in: in is softened, in other words [understand it as] wa-innahu) prior to it you were of the heedless.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Thabrani dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a., bahwasanya Arbad bin Qais dan Amir bin Thufail datang ke Madinah menemui Rasulullah saw. Lalu Amir bin Thufail berkata, "Hai Muhammad! Hadiah apakah yang akan engkau berikan kepadaku, jika aku masuk Islam?"
Rasulullah saw. menjawab,
"Engkau akan mendapatkan sebagaimana apa yang didapat oleh kaum Muslimin yang lain, dan engkau pun akan menerima seperti apa yang mereka alami?"

Lalu Amir berkata lagi, "Apakah engkau akan menjadikan aku sebagai penggantimu sesudahmu?"

Rasulullah saw. menjawab,
"Hal tersebut bukan untukmu dan bukan untuk kaummu."

Lalu mereka berdua keluar dari majelis Rasulullah saw. Setelah mereka keluar, lalu Amir berkata kepada Arbad, "Bagaimana kalau aku menyibukkan diri Muhammad dengan berbicara kepadanya, kemudian dari belakang kamu tebas dia dengan pedangmu?" Arbad setuju dengan usul tersebut, lalu keduanya kembali lagi menemui Rasulullah saw.

Sesampainya di sana Amir berkata, "Hai Muhammad! Berdirilah bersamaku, aku akan berbicara kepadamu." Kemudian Amir berbicara kepadanya, dan Arbad menghunus pedangnya; akan tetapi ketika Arbad meletakkan tangannya pada pegangan pedangnya, tiba-tiba tangannya lumpuh. Dan Rasulullah saw. melirik kepadanya serta melihat tingkahnya itu dengan jelas, lalu beliau berlalu meninggalkan mereka. Maka setelah itu keduanya pergi, dan ketika mereka berdua sampai di kampung Ar-Raqm, lalu Allah mengutus halilintar kepada Arbad untuk menyambarnya, maka halilintar itu membunuhnya.

Kemudian turunlah firman-Nya,
"Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan..."
(QS. Ar-Raa'd [13];8).

sampai dengan firman-Nya,
"Dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya."
(QS. Ar-Raa'd [13];13).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian 
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#12:3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar