««•»»إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
««•»»
idz qaaluu layuusufu wa-akhuuhu ahabbu ilaa abiinaa minnaa wanahnu 'ushbatun inna abaanaa lafii dhalaalin mubiinin
««•»»
(Yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.
««•»»
When they[1] said, ‘Surely Joseph and his brother[2] are dearer to our father than [the rest of] us, though we are a hardy group. Our father is indeed in manifest error.’
[1] That is, the brothers of Joseph (ʿa).
[2] That is, Benjamin.
««•»»[2] That is, Benjamin.
Berkatalah saudara Yusuf antara sesama mereka: "Sesungguhnya ayah kita lebih banyak menyayangi Yusuf dan saudaranya Bunyamin dan lebih banyak menumpahkan perhatiannya kepada keduanya, padahal kitalah yang lebih berhak untuk disayangi dan diperhatikan karena kita ini sudah menjadi orang dewasa yang kuat dan dapat membelanya dan memenuhi segala kebutuhannya. Sikap ayah kita itu adalah sikap yang bertentangan dengan keadilan dan persamaan hak antara anak-anak. Kenapa ayah lebih mengutamakan dua orang anak yang lemah dan tak berdaya itu daripada kita yang kuat dan lebih sanggup berkhidmat dan berbakti kepadanya?"
Sepintas lalu tampak dengan jelas kebenaran ucapan saudara-saudaranya Yusuf itu, seakan-akan Nabi Yakub as. telah membuat kekeliruan dengan tindakannya itu padahal dia seorang Nabi yang selalu dibimbing Allah dalam segala sikap dan tindakannya.
Menurut riwayat memang Yakub menumpahkan perhatian yang besar sekali terhadap Yusuf, karena dia melihat bahwa ada firasat dan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa dia mempunyai keistimewaan tentang sifat dan pembawaannya. Keistimewaan ini tak terdapat pada saudara-saudaranya yang lain. Maka dia amat menggantungkan harapan kepadanya apalagi setelah ia mendengar Yusuf menceritakan mimpinya itu.
Jadi kalau ia lebih cinta kepadanya dan lebih banyak memperhatikannya, maka hal itu adalah wajar apalagi Yusuf dan Bunyamin masih kecil-kecil lebih banyak membutuhkan perhatian dan bimbingan orang tuanya dibanding saudara-saudaranya yang sudah besar. Hanya sifat iri dan dengki sajalah yang mendorong saudara-saudaranya untuk melakukan tindakan permusuhan terhadapnya, bukanlah karena ayah mereka sudah menyimpang dari jalan keadilan.
Bagi seorang manusia apalagi bagi Yakub yang sudah tua itu tidak ada salahnya kalau hatinya cenderung kepada salah satu anaknya, cinta kasihnya lebih banyak tertumpah kepada anak-anaknya yang masih kecil, karena cinta dan kasih sayangnya itu tidaklah berada dalam kekuasaan manusia.
Allah berfirman:
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian.
(QS. An Nisa' [4]:129)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Ingatlah (ketika mereka berkata) yaitu sebagian saudara-saudara Nabi Yusuf kepada sebagian yang lain ("Sesungguhnya Yusuf) lafal Yusuf berkedudukan menjadi mubtada (dan saudaranya) yang sekandung yaitu Bunyamin (lebih dicintai) menjadi khabar dari lafal Yusuf tadi (oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita ini adalah satu golongan) kelompok yang kuat. (Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kesesatan) kekeliruan (yang nyata) kekeliruan yang jelas dikarenakan ia lebih menyayangi Yusuf dan saudara sekandungnya daripada kita.
««•»»
Mention, when they, that is, [when] some of Joseph’s brothers, said, to some of the others: ‘Surely Joseph (la-Yūsufu is the subject) and his brother, his full brother Benjamin, are dearer (ahabbu is the predicate) to our father than we are, though we be a [hardy] band, a group. Lo! our father is in plain aberration, in manifest error, for preferring those two to us.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 7]•[AYAT 9]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#12:8

Tidak ada komentar:
Posting Komentar