Sabtu, 18 April 2015

[012] Yusuf Ayat 019

««•»»
Surah Yusuf 19

وَجَاءَتْ سَيَّارَةٌ فَأَرْسَلُوا وَارِدَهُمْ فَأَدْلَى دَلْوَهُ قَالَ يَا بُشْرَى هَذَا غُلَامٌ وَأَسَرُّوهُ بِضَاعَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَعْمَلُونَ
««•»»
wajaa-at sayyaaratun fa-arsaluu waaridahum fa-adlaa dalwahu qaala yaa busyraa haadzaa ghulaamun wa-asarruuhu bidaa'atan waallaahu 'aliimun bimaa ya'maluuna
««•»»
Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: "Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!" Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
««•»»
And there came a caravan, and they sent their water-drawer, who let down his bucket. ‘Good news!’ he said. ‘This is a young boy!’ So they hid him as [a piece of] merchandise, and Allah knew best what they were doing.
««•»»

Tidak lama sesudah Yusuf berada di dalam umur, datanglah suatu kafilah yang datang dari Madyan hendak berangkat ke Mesir. Kebetulan air persiapan mereka sudah habis dan pergilah mereka ke sumur itu lalu menjatuhkan timba ke dalamnya untuk mengambil air.

Melihat timba diulurkan orang ke dalam sumur, gembiralah hati Yusuf dan timbullah harapan di dalam hatinya bahwa dia akan dapat keluar dari bahaya yang sedang dihadapinya itu. Dengan cepat dia pegang tali timba itu kuat-kuat sehingga orang di atas sumur itu merasa heran kenapa air sumur ini amat berat. Tetapi mereka tetap menarik tali itu bersama-sama, dan ternyata bukan air yang terangkat ke atas tetapi seorang anak muda yang manis dan elok rupanya.

Alangkah gembiranya pemimpin kafilah itu melihat anak yang sehat dan segar bugar ini terbayanglah dalam pikirannya ia akan mendapat keuntungan yang besar dengan menjualnya kepada orang kaya di Mesir nanti.

Dengan cepat ia memerintahkan agar Yusuf disembunyikan supaya jangan kelihatan oleh orang lain karena mungkin orang-orang di daerah itu akan mendakwa bahwa anak itu adalah anak penduduk kampung itu sendiri. Tetapi Allah Maha Mengetahui niat pemimpin kafilah itu sebagaimana Dia mengetahui apa maksud dan tujuan saudara-saudara Yusuf memasukkannya ke dalam sumur.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir) rombongan orang-orang yang melakukan perjalanan dari Madyan ke Mesir, lalu mereka istirahat di dekat sumur Nabi Yusuf (lalu mereka menyuruh seorang pengambil air) yang khusus untuk mencari air buat minum rombongan musafir (maka dia menurunkan) melepaskan (timbanya) ke dalam sumur kemudian Nabi Yusuf bergantung ke tali timba, sehingga keluarlah Nabi Yusuf dari dalam sumur itu.

Ketika pengambil air melihat Nabi Yusuf (dia berkata, "Oh, kabar gembira) menurut suatu qiraat dibaca busyraaya seruan di sini mengandung makna majaz, artinya cepatlah ini sudah masanya bagimu (ini seorang anak muda.") maka hal itu diketahui oleh teman-teman penimba air, lalu mereka mendatanginya.

(Kemudian mereka menyembunyikan dia) artinya, mereka merahasiakan perkara Nabi Yusuf ini, dengan maksud untuk menjadikannya (sebagai barang dagangan) seumpamanya mereka menganggapnya sebagai budak yang telah minggat kemudian ditemukan lagi. Sedangkan Nabi Yusuf diam saja karena ia merasa khawatir akan dibunuh oleh mereka. (Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.)

««•»»
And there came a caravan — travellers going from Midian to Egypt, who stopped near to Joseph’s well — and they sent their water-drawer, the one who goes down to the water [source] to draw from it, and he let down his bucket, into the well and Joseph clung to it and he pulled him out, and when he saw him: he said, ‘Good news!’ (a variant reading [of yā bushrā] has yā bushrāya: this [vocative] call is figurative, in other words [it is to be understood as] ‘Come [O good news], now is your time!’) ‘This is a young boy’. His brothers became aware of this and came to him, and they hid him, that is, they disguised his real status, claiming that he was, as [a piece of] merchandise, by saying, ‘This is a slave of ours: he is a runaway’; but Joseph did not say anything, fearing that they might kill him. But God knew well what they were doing.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar