««•»»وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
««•»»
waraawadat-hu allatii huwa fii baytihaa 'an nafsihi waghallaqati al-abwaaba waqaalat hayta laka qaala ma'aadza allaahi innahu rabbii ahsana matswaaya innahu laa yuflihu alzhzhaalimuuna
««•»»
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini." Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
««•»»
The woman in whose house he was solicited him. She closed the doors and said, ‘Come!!’ He said, ‘God forbid! Indeed He is my Lord; He has given me a good abode.1 Indeed the wrongdoers are not felicitous.’[1] Or ‘Indeed he is my master; he has kept me in a nice manner.’
««•»»
Istri Al-Aziz adalah seorang wanita yang cantik dan ayu, sangat dimuliakan oleh seluruh penghuni istana karena di samping dia istri Al-Aziz, dia juga berbudi tinggi, berakhlak mulia, bersih dari sifat-sifat congkak dan sombong, menjauhi segala hal yang akan menjatuhkan derajatnya. Tetapi setelah beberapa lama Yusuf tinggal di istana sebagai salah seorang keluarganya, istri Al-Aziz mulai tertarik kepadanya karena akhlak dan ketampanannya.
Pada suatu ketika dicobanyalah merayu Yusuf dengan cara yang halus agar ia melakukan sesuatu yang sudah diidam-idamkannya yaitu untuk memenuhi naluri seksnya dengan dikuncinya semua pintu sambil berkata: "Berbuatlah sekehendakmu seluruh jiwa ragaku kuserahkan padamu." Yusuf sebagai seorang yang jujur dan berakhlak mulia sangat terkejut mendengar rayuan dan ajakan itu, apalagi yang mengajaknya itu adalah istri majikannya sendiri yang telah memberinya tempat berteduh dan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Selain dari itu bila ia mematuhi ajakan demikian berarti ia telah melakukan maksiat yang sangat dimurkai Allah.
Karena itu dengan spontan ia menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar aku jangan terjerumus ke dalam perbuatan keji dan mungkar. Suamimu itu adalah tuanku, majikanku yang telah berbuat baik kepadaku, apakah dengan perbuatan keji itu akan kubalasi budi baiknya itu? Ini adalah suatu kelaliman dan aku tidak akan melakukannya karena tidak ada orang yang lalim yang sukses dan bahagia hidupnya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan wanita, yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf) yaitu Zulaikha (untuk menundukkan dirinya kepadanya) yakni ia meminta kepada Yusuf supaya mau memenuhi kehendaknya (dan dia menutup pintu-pintu) rumah (seraya berkata) kepada Yusuf ("Marilah ke sini.") artinya kemarilah; huruf lam dari lafal haitalak bermakna tabyin atau untuk menjelaskan.
Menurut qiraat dibaca dengan dikasrahkan huruf ha-nya, sehingga bacaannya menjadi hiitalak. Sedangkan menurut qiraat lainnya dapat dibaca haytulak dengan mendamahkan huruf ta-nya.
(Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah) artinya aku berlindung kepada Allah dari perbuatan itu (sesungguhnya dia) artinya orang yang telah membelinya (adalah tuanku) majikanku (telah memperlakukan aku dengan baik) telah berlaku baik terhadap diriku maka aku tidak akan mengkhianatinya dengan berlaku tidak baik terhadap istrinya (sesungguhnya) pada kenyataannya (orang-orang yang lalim tiada akan beruntung) yang dimaksud adalah orang-orang yang suka berzina.
««•»»
And she, in whose house he was — namely Zulaykhā — attempted to seduce him, that is, she asked him to lie with her, and she closed the doors, of the house. And she said, to him: ‘Come!’ (hayta laka: the lām [of laka] is for clarification; a variant reading has hīta laka or haytu laka). ‘God forbid!’, I seek refuge with God from this, he said. ‘Truly he, who bought me, is my lord, my master, who has given me an honourable place, [an honourable] residence, and so I cannot betray him with regard to his family. Truly, evildoers, fornicators, never prosper’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 22]•[AYAT 24]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#12:23
And she, in whose house he was — namely Zulaykhā — attempted to seduce him, that is, she asked him to lie with her, and she closed the doors, of the house. And she said, to him: ‘Come!’ (hayta laka: the lām [of laka] is for clarification; a variant reading has hīta laka or haytu laka). ‘God forbid!’, I seek refuge with God from this, he said. ‘Truly he, who bought me, is my lord, my master, who has given me an honourable place, [an honourable] residence, and so I cannot betray him with regard to his family. Truly, evildoers, fornicators, never prosper’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 22]•[AYAT 24]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#12:23

Tidak ada komentar:
Posting Komentar