Selasa, 05 Mei 2015

[012] Yusuf Ayat 026

««•»»
Surah Yusuf 26

قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِي عَنْ نَفْسِي وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا إِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكَاذِبِينَ
««•»»
qaala hiya raawadatnii 'an nafsii wasyahida syaahidun min ahlihaa in kaana qamiishuhu qudda min qubulin fashadaqat wahuwa mina alkaadzibiina
««•»»
Yusuf berkata: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.
««•»»
He said, ‘It was she who solicited me.’ A witness of her own household testified: ‘If his shirt is torn from the front, she tells the truth and he lies.
««•»»

Ayat ini menerangkan tentang bersihnya Yusuf dari berbuat serong, Yusuf adalah seorang pemuda yang takut kepada Tuhannya, yang tidak goyah imannya oleh bujuk rayu seorang wanita. Dengan tegas dia berkata kepada perdana menteri, suami dari perempuan itu, katanya: "Bahwa dalam peristiwa yang terjadi ini, sebenarnya perempuan itulah yang menggoda saya dan mengajak saya untuk memenuhi kehendak nafsunya sampai saya melompat lari seperti yang tuan dapati sekarang ini. " Dalam peristiwa Yusuf ini banyak bukti-bukti untuk membenarkan bahwa Yusuf adalah seorang yang bersih, karena Yusuf adalah budak yang biasanya tidak berani berbuat serong terhadap istri majikannya, Yusuf didapati oleh suami Zulaikha sedang melompat hendak keluar dari dalam rumah.

Ini menunjukkan bahwa suami Zulaikha melihat istrinya dalam keadaan bersalah dengan mengenakan pakaian yang bagus sekali, dengan bedak dan wangi-wangian yang semerbak baunya, sedang tidak terdapat di muka Yusuf bekas-bekasnya sebagai bahan yang lain yang kuat sekali, bahwa suaminya tidak pernah melihat akhlak Yusuf yang buruk semenjak Yusuf tinggal di rumahnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yusuf berkata) membela dirinya ("Dia menggodaku untuk menundukkan diriku kepadanya," dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya) sepupu Zulaikha. Tetapi menurut suatu riwayat disebutkan, bahwa saksi itu adalah bayi yang masih dalam ayunan. Kemudian saksi itu mengatakan ("Jika baju gamisnya koyak di muka) pada bagian muka Yusuf (maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.").
««•»»
He, Joseph, said, declaring himself innocent [of the charge]: ‘It was she who attempted to seduce me’. And a witness of her own folk testified, her paternal cousin — it is reported that he was still [a child] in the cradle — and he said: ‘If his shirt has been torn from the front, then she speaks the truth, and he is of the liars;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 25][AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:26

Senin, 04 Mei 2015

[012] Yusuf Ayat 025

««•»»
Surah Yusuf 25

وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُ مِنْ دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِ قَالَتْ مَا جَزَاءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوءًا إِلَّا أَنْ يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
««•»»
waistabaqaa albaaba waqaddat qamiishahu min duburin wa-alfayaa sayyidahaa ladaa albaabi qaalat maa jazaau man araada bi-ahlika suu-an illaa an yusjana aw 'adzaabun aliimun

««•»»
Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?"
««•»»
They raced to the door, and she tore his shirt from behind, and they ran into her husband at the door. She said, ‘What is to be the requital of him who has evil intentions for your wife except imprisonment or a painful punishment?’
««•»»

Dalam keadaan yang bertambah gawat itu yang seorang tetap mendesak dan yang lain tetap menolak, Yusuf memutuskan akan lari saja dari hadapan istri majikannya dan dengan cepat ia melompat ke pintu tetapi istri Al-Aziz menangkap bajunya dari belakang hingga robek. Dalam keadaan tarik-menarik itu muncullah Al-Aziz di muka pintu. Dengan serta merta berteriaklah istri Al-Aziz mengatakan bahwa Yusuf mencoba memperkosanya dengan kekerasan. Dia meminta kepada suaminya agar Yusuf diberi ganjaran yang setimpal. Balasan yang tepat bagi orang yang melakukan kejahatan terhadap keluarganya ialah penjara atau siksa yang pedih.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu) Yusuf segera lari menuju ke pintu rumah untuk melepaskan diri daripadanya. Sedangkan Zulaikha yang sudah kerasukan nafsu syahwatnya memegang baju bagian belakang Yusuf kemudian berupaya menariknya (dan robeklah) menjadi sobek (baju gamis Yusuf dari arah belakangnya dan kedua-duanya mendapati) menemukan (suami wanita itu) suami Zulaikha (di muka pintu) maka secara spontan Zulaikha membersihkan dirinya selanjutnya. (Wanita itu berkata, "Tiadalah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu) yakni berzina (selain dipenjarakan) ditahan di dalam penjara (atau dihukum dengan siksaan yang pedih?") siksaan yang menyakitkan, dipukuli umpamanya.
««•»»
And they raced to the door: Joseph making for it in order to escape, while she, in order to grab hold of him, caught hold of his garment and pulled him towards her, and she tore his shirt from behind, whereupon they encountered her master, her husband, at the door. She, composed herself and then, said, ‘What is to be the requital of him who intends evil, [who intends] fornication, against your folk, but that he should be imprisoned, locked up in a jail, or [suffer] a painful chastisement?’, by having him beaten.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 24][AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:25

[012] Yusuf Ayat 024

««•»»
Surah Yusuf 24

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
««•»»
walaqad hammat bihi wahamma bihaa lawlaa an raaa burhaana rabbihi kadzaalika linashrifa 'anhu alssuu-a waalfahsyaa-a innahu min 'ibaadinaa almukhlashiina
««•»»
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya {750}. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.
{750} Ayat ini tidaklah menunjukkan bahwa Nabi Yusuf a.s. punya keinginan yang buruk terhadap wanita itu (Zulaikha), akan tetapi godaan itu demikian besanya sehingga andaikata Dia tidak dikuatkan dengan keimanan kepada Allah s.w.t tentu Dia jatuh ke dalam kemaksiatan.
««•»»
She certainly made for him; and he would have made for her [too] had he not beheld the proof of his Lord. So it was, that We might turn away from him all evil and indecency. He was indeed one of Our dedicated servants.
««•»»

Dalam suasana yang kritis ini istri Al-Aziz tidak mau mundur setapak pun karena ia menganggap Yusuf adalah budak yang harus melaksanakan segala keinginan dan perintahnya apalagi dia merasa telah merendahkan dirinya dengan menolak ajakan dan penyerahan jiwa raganya.

Maka ketika Yusuf menolak juga, maka dia telah bertekad untuk membalas dendam dengan mencelakakan Yusuf. Tetapi dari pihak Yusuf, ia telah bertekad pula untuk menolaknya karena perbuatan itu melanggar agama, mengkhianati tuannya yang telah berjasa dan berbuat baik kepadanya dan merusak kehormatannya dan kehormatan tuannya. Kedua, Yusuf dan istri Al-Aziz masing-masing telah mempunyai tekad yang bertentangan antara satu sama lainnya.

Sebagian ahli tafsir mengartikan (hamma) dalam ayat ini dengan arti "ada perhatian" untuk melakukan perbuatan terlarang itu.Adapun dari pihak Yusuf sebagai seorang pemuda yang jantan dan ganteng tidak ada salahnya kalau ia mempunyai perhatian terhadap istri Al-Aziz yang cantik dan ayu itu sedangkan dia telah membujuk dan merayunya pula.

Jadi dalam hal ini hanya sekadar perhatian tidaklah akan mengurangi kesucian jiwa dan kebersihan hatinya karena ia sebagai manusia normal tentu mempunyai tabiat dan naluri yang sesuai dengan kemudaannya. Tetapi Yusuf dengan segera sadar dan insyaf dan mengingat Tuhannya sehingga tetaplah ia menolak ajakan itu. Dengan kesadaran dan keinsyafan itu bebaslah dia dari bujukan setan. Demikianlah Allah memelihara Yusuf dari perbuatan keji dan mungkar itu karena ia memang termasuk hamba Allah yang saleh.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya wanita itu telah mempunyai maksud terhadap Yusuf) artinya dia telah bermaksud terhadap Nabi Yusuf supaya menyetubuhinya (dan Yusuf pun bermaksud melakukannya pula dengan wanita itu) artinya Yusuf pun mempunyai keinginan yang sama (andaikata dia tidak melihat tanda dari Rabbnya) menurut Ibnu Abbas r.a. bahwa pada saat yang kritis itu tiba-tiba Nabi Yakub atau ayahnya tampak di hadapannya, lalu memukul dadanya sehingga keluarlah nafsu syahwat yang telah membara itu dari semua ujung-ujung jarinya.

Jawab dari lafal laulaa ialah lajaama`ahaa; artinya niscaya Yusuf menyetubuhinya. (Demikianlah) Kami perlihatkan tanda kekuasaan-Ku kepadanya (agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran) perbuatan khianat (dan kekejian) perbuatan zina.

(Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terikhlas) dalam hal ketaatan. Menurut suatu qiraat dibaca mukhlishiin dengan dikasrahkan huruf lam-nya; artinya sama dengan lafal al-mukhtaariina atau orang-orang yang terpilih.
««•»»
And she certainly desired him, she sought sexual intercourse with him, and he would have desired her [too], he would have sought the same, had it not been that he saw the proof of his Lord: Ibn ‘Abbās said, ‘Jacob was made to appear before him, and he struck his [Joseph’s] breast, whereupon his [sexual] desire withdrew [from his body] through his fingernails (the response to lawlā, ‘had it not been’, has been omitted: [understood to be] la-jāma‘ahā, ‘he would have lain with her’). So it was, that We made him see the proof, that We might ward off from him evil, betrayal, and lewdness, [the act of] fornication. Truly he was of Our devoted servants, in terms of obedience (mukhlisīn: a variant reading has mukhlasīn, in other words, ‘chosen/purified [servants]’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 23][AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:24

[012] Yusuf Ayat 023

««•»»
Surah Yusuf 23

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
««•»»
waraawadat-hu allatii huwa fii baytihaa 'an nafsihi waghallaqati al-abwaaba waqaalat hayta laka qaala ma'aadza allaahi innahu rabbii ahsana matswaaya innahu laa yuflihu alzhzhaalimuuna
««•»»
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini." Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
««•»»
The woman in whose house he was solicited him. She closed the doors and said, ‘Come!!’ He said, ‘God forbid! Indeed He is my Lord; He has given me a good abode.1 Indeed the wrongdoers are not felicitous.’[1] Or ‘Indeed he is my master; he has kept me in a nice manner.’
««•»»

Istri Al-Aziz adalah seorang wanita yang cantik dan ayu, sangat dimuliakan oleh seluruh penghuni istana karena di samping dia istri Al-Aziz, dia juga berbudi tinggi, berakhlak mulia, bersih dari sifat-sifat congkak dan sombong, menjauhi segala hal yang akan menjatuhkan derajatnya. Tetapi setelah beberapa lama Yusuf tinggal di istana sebagai salah seorang keluarganya, istri Al-Aziz mulai tertarik kepadanya karena akhlak dan ketampanannya.

Pada suatu ketika dicobanyalah merayu Yusuf dengan cara yang halus agar ia melakukan sesuatu yang sudah diidam-idamkannya yaitu untuk memenuhi naluri seksnya dengan dikuncinya semua pintu sambil berkata: "Berbuatlah sekehendakmu seluruh jiwa ragaku kuserahkan padamu." Yusuf sebagai seorang yang jujur dan berakhlak mulia sangat terkejut mendengar rayuan dan ajakan itu, apalagi yang mengajaknya itu adalah istri majikannya sendiri yang telah memberinya tempat berteduh dan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Selain dari itu bila ia mematuhi ajakan demikian berarti ia telah melakukan maksiat yang sangat dimurkai Allah.

Karena itu dengan spontan ia menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar aku jangan terjerumus ke dalam perbuatan keji dan mungkar. Suamimu itu adalah tuanku, majikanku yang telah berbuat baik kepadaku, apakah dengan perbuatan keji itu akan kubalasi budi baiknya itu? Ini adalah suatu kelaliman dan aku tidak akan melakukannya karena tidak ada orang yang lalim yang sukses dan bahagia hidupnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan wanita, yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf) yaitu Zulaikha (untuk menundukkan dirinya kepadanya) yakni ia meminta kepada Yusuf supaya mau memenuhi kehendaknya (dan dia menutup pintu-pintu) rumah (seraya berkata) kepada Yusuf ("Marilah ke sini.") artinya kemarilah; huruf lam dari lafal haitalak bermakna tabyin atau untuk menjelaskan.

Menurut qiraat dibaca dengan dikasrahkan huruf ha-nya, sehingga bacaannya menjadi hiitalak. Sedangkan menurut qiraat lainnya dapat dibaca haytulak dengan mendamahkan huruf ta-nya.

(Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah) artinya aku berlindung kepada Allah dari perbuatan itu (sesungguhnya dia) artinya orang yang telah membelinya (adalah tuanku) majikanku (telah memperlakukan aku dengan baik) telah berlaku baik terhadap diriku maka aku tidak akan mengkhianatinya dengan berlaku tidak baik terhadap istrinya (sesungguhnya) pada kenyataannya (orang-orang yang lalim tiada akan beruntung) yang dimaksud adalah orang-orang yang suka berzina.
««•»»
And she, in whose house he was — namely Zulaykhā — attempted to seduce him, that is, she asked him to lie with her, and she closed the doors, of the house. And she said, to him: ‘Come!’ (hayta laka: the lām [of laka] is for clarification; a variant reading has hīta laka or haytu laka). ‘God forbid!’, I seek refuge with God from this, he said. ‘Truly he, who bought me, is my lord, my master, who has given me an honourable place, [an honourable] residence, and so I cannot betray him with regard to his family. Truly, evildoers, fornicators, never prosper’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 22][AYAT 24]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:23

[012] Yusuf Ayat 022

««•»»
Surah Yusuf 22

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
««•»»
walammaa balagha asyuddahu aataynaahu hukman wa'ilman wakadzaalika najzii almuhsiniina
««•»»
Dan tatkala dia cukup dewasa {749} Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
{749} Nabi Yusuf mencapai umur antara 30 - 40 tahun
««•»»
When he came of age, We gave him judgement and [sacred] knowledge, and thus do We reward the virtuous.
««•»»

Di kala dia mulai dewasa Allah memberikan pula kepadanya kecerdasan dan kebijaksanaan sehingga ia memberikan pendapat dan pikirannya dalam berbagai macam masalah yang dihadapi dan memberikan kepadanya ilmu meskipun ia tidak belajar. Ilmu yang didapat tanpa belajar ini dinamai ilmu "ladunni" karena ia semata-mata ilham karunia dari Allah.

Demikianlah Allah memberi balasan kepada Yusuf yang tidak pernah mengotori dirinya dengan perbuatan keji dan jahat selalu menjaga kebersihan hati nuraninya, selalu bersifat sabar dan tawakal atas musibah dan bahaya yang menimpanya. Demikianlah Allah membalasi setiap insan yang berbuat baik.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan tatkala dia cukup dewasa) yaitu mencapai umur tiga puluh tahun atau tiga puluh tiga tahun (Kami berikan kepadanya hikmah) kebijaksanaan (dan ilmu) pengetahuan agama sebelum ia diangkat menjadi nabi. (Demikianlah) sebagaimana Kami berikan imbalan kepadanya (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik) terhadap diri mereka sendiri.
««•»»
And when he reached his prime — which was at 30 or 33 years of age — We gave him [power of] judgement, wisdom, and knowledge, understanding in [matters of] religion, before his call to prophethood. Thus, just as We rewarded him, We reward those who are virtuous, to [the good] of their souls.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 21][AYAT 23]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=22&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:22