Kamis, 26 Maret 2015

[012] Yusuf Ayat 018

««•»»
Surah Yusuf 18

وَجَاءُوا عَلَى قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ
««•»»
wajaauu 'alaa qamiishihi bidamin kadzibin qaala bal sawwalat lakum anfusukum amran fashabrun jamiilun waallaahu almusta'aanu 'alaa maa tashifuuna
««•»»
Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya'qub berkata: "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku {746}). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan."
{746} Maksudnya: dalam hal ini Ya`qub memilih kesabaran yang baik, setelah mendengar cerita yang menyedihkan itu.
««•»»
And they produced sham blood on his shirt. He said, ‘Rather your souls have made a matter seem decorous to you. Yet patience is graceful, and Allah is my resort against what you allege.’
««•»»

Untuk memperkuat kebenaran cerita itu mereka membawa baju Yusuf yang telah berlumuran darah dan mereka berkata kepada ayahnya inilah bukti kebenaran kami, padahal darah yang melekat pada baju itu bukanlah darah Yusuf.

Yakub melihat dan memperhatikan baju itu. Didapatinya baju itu hanya berlumuran darah saja, tetapi masih utuh tak ada yang robek dan tak ada pula yang berlubang-lubang bekas cakaran dan gigitan serigala, tetapi saudara-saudaranya inilah yang telah berbuat aniaya terhadapnya, lalu ia berkata kepada mereka: "Aku tidak percaya sama sekali akan ceritamu yang dibuat-buat itu dan aku yakin bahwa jiwamu yang jahat dan kotor telah mempengaruhi dan mendorongmu untuk melakukan penganiayaan terhadap saudaramu sendiri.

Tetapi apalah daya seorang ayah yang telah tua terhadap anak-anaknya yang sudah besar dan kuat." Dia tidak dapat berbuat apa-apa lagi kecuali memendam rasa amarah dan menekan perasaan hatinya yang amat kecewa dan sedih itu. Kini anaknya yang paling dicintainya dan kepadanya dia selalu menggantungkan harapan dan idaman hati sudah tak ada lagi di sampingnya karena tindakan anak-anaknya sendiri.

Apakah dia akan menuntut balas ataukah dia akan menyelidiki sendiri ke mana anaknya itu sebenarnya sedang dia tidak berdaya lagi.

Dalam keadaan seperti itu tidak ada yang lebih baik baginya kecuali bersabar dan tawakal sepenuhnya kepada Allah. Jalan inilah yang dipilih Yakub meskipun ia tetap sedih tetap menangis atas kehilangan jantung hatinya. Ia tidak percaya sama sekali akan cerita anak-anaknya karena itu ia berserah diri kepada Allah dan selalu memohonkan pertolongan-Nya agar anaknya Yusuf diselamatkan dari segala marabahaya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka datang membawa baju gamisnya) lafal `alaa qamiishihi beri'rab mahal nashab karena menjadi zharaf. Artinya yang berlumuran padanya (dengan darah palsu) darah yang bukan darah Nabi Yusuf; hal ini mereka lakukan dengan menyembelih seekor kambing, kemudian mereka lumurkan darahnya pada baju gamis Nabi Yusuf, akan tetapi mereka lupa merobek-robeknya.

Lalu mereka menghadap kepada ayahnya seraya berkata, "Sesungguhnya ini adalah darah Yusuf." (Yakub berkata) sewaktu ia melihat baju Yusuf dalam keadaan utuh dan ia mengetahui bahwa mereka berdusta dalam hal ini

("Sebenarnya telah menghiasi) menganggap baik (diri kalian suatu perbuatan yang buruk) kemudian kalian mengerjakannya (maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku) kesabaran yang tidak disertai rasa kaget dan gelisah. Lafal fashabrun jamiil ini adalah mubtada sedangkan khabarnya tidak disebutkan, yaitu amri yang artinya adalah kesabaranku.

(Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya) hanya Allahlah yang diminta pertolongan-Nya (terhadap apa yang kalian ceritakan.") apa yang kalian kisahkan tentang perkara Yusuf ini.
««•»»
And they came with false blood on his shirt (‘alā qamīsihi has the status of an accusative [of the verb], because it is an adverbial qualifier, meaning fawqa [qamīsihi]): they slaughtered a lamb and dabbed it [his shirt] with its blood — but they forgot to tear it [the shirt] — and they said that it was his blood. He, Jacob, said, when he saw that it [the shirt] was undamaged and realised that they were lying: ‘Nay, but your souls have beguiled you into something, and so you did it to him. Yet comely patience!, without any anxiety! (fa-sabrun jamīlun is the predicate of a missing subject such as amrī, ‘my course]’). And God is the One Whose succour is sought in that [predicament] which you describe’, that which you mention of Joseph’s affair.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:18

Rabu, 25 Maret 2015

[012] Yusuf Ayat 017

««•»»
Surah Yusuf 17
قالوا يا أَبانا إِنّا ذَهَبنا نَستَبِقُ وَتَرَكنا يوسُفَ عِندَ مَتاعِنا فَأَكَلَهُ الذِّئبُ ۖ وَما أَنتَ بِمُؤمِنٍ لَنا وَلَو كُنّا صادِقينَ
««•»»
qaaluu yaa abaanaa innaa dzahabnaa nastabiqu wataraknaa yuusufa 'inda mataa'inaa fa-akalahu aldzdzi/bu wamaa anta bimu/minin lanaa walaw kunnaa shaadiqiina
««•»»
Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar."
««•»»
They said, ‘Father! We had gone racing and left Joseph with our things, whereat the wolf ate him. But you will not believe us even if we spoke truly.’
««•»»

Bagaimana pula dengan saudara-saudara Yusuf? Mereka kembali menemui Yakub pada malam hari dengan muka yang pucat dan dengan air mata yang bercucuran seraya berkata: "Wahai ayah kami, apa yang ayah khawatirkan selama ini benar-benar telah terjadi tanpa iradat dan kemauan kami. Kami pergi bermain-main dan berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf untuk menjaga pakaian dan barang-barang kami, karena dia masih kecil dan tidak sanggup ikut bermain dengan kami.

Rupanya tanpa kami sadari karena asyiknya kami bermain, kami sudah jauh terpisah dari dia dan setelah kami kembali kami dapati Yusuf sudah diterkam dan dimakan oleh serigala. Kami tidak mendengar pekik dan teriaknya karena kami telah jauh meninggalkan tempatnya. Kami menyadari bahwa ayah tidak akan percaya kepada cerita kami ini meskipun kami menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi karena ayah selalu menaruh curiga terhadap kami. Tetapi malang yang tak dapat ditolak inilah yang terjadi dan kami pun tidak berdaya untuk menolongnya."

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba) memanah (dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami) yakni pakaian-pakaian kami (lalu dia dimakan oleh serigala dan engkau sekali-kali tidak akan percaya) mempercayai (kepada kami sekali pun kami adalah orang-orang yang benar.") terhadapmu. Pasti engkau akan menuduh kami dengan tuduhan yang bukan-bukan sehubungan dengan perihal Yusuf ini karena kecintaanmu terhadapnya. Mengapa sampai sedemikian buruknya persangkaanmu terhadap diri kami?
««•»»
They said, ‘O father, we went competing, shooting, and left Joseph by our things, our clothes, and the wolf ate him. But you would never believe us, even though we speak the truth’, before you, you would still have accused us [of lying] in this story, because of your adoration of Joseph, so how much more so when you think ill of us?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:17

[012] Yusuf Ayat 016

««•»»
Surah Yusuf 16

وَجاءوا أَباهُم عِشاءً يَبكونَ
««•»»
wajaauu abaahum 'isyaa-an yabkuuna
««•»»
Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.
««•»»
In the evening, they came weeping to their father.
««•»»
Bagaimana pula dengan saudara-saudara Yusuf? Mereka kembali menemui Yakub pada malam hari dengan muka yang pucat dan dengan air mata yang bercucuran seraya berkata: "Wahai ayah kami, apa yang ayah khawatirkan selama ini benar-benar telah terjadi tanpa iradat dan kemauan kami. Kami pergi bermain-main dan berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf untuk menjaga pakaian dan barang-barang kami, karena dia masih kecil dan tidak sanggup ikut bermain dengan kami.

Rupanya tanpa kami sadari karena asyiknya kami bermain, kami sudah jauh terpisah dari dia dan setelah kami kembali kami dapati Yusuf sudah diterkam dan dimakan oleh serigala. Kami tidak mendengar pekik dan teriaknya karena kami telah jauh meninggalkan tempatnya. Kami menyadari bahwa ayah tidak akan percaya kepada cerita kami ini meskipun kami menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi karena ayah selalu menaruh curiga terhadap kami. Tetapi malang yang tak dapat ditolak inilah yang terjadi dan kami pun tidak berdaya untuk menolongnya."

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari) pada waktu sore (sambil menangis).
««•»»
And they came to their father in the evening, weeping.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:16

[012] Yusuf Ayat 015

««•»»
Surah Yusuf 15

فَلَمَّا ذَهَبُوا بِهِ وَأَجْمَعُوا أَنْ يَجْعَلُوهُ فِي غَيَابَةِ الْجُبِّ وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِأَمْرِهِمْ هَذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
««•»»
falammaa dzahabuu bihi wa-ajma'uu an yaj'aluuhu fii ghayaabati aljubbi wa-awhaynaa ilayhi latunabi-annahum bi-amrihim haadzaa wahum laa yasy'uruuna
««•»»
Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi."
««•»»
So when they took him away and conspired to put him into the recess of a well, We revealed to him, ‘[A day will come when] you will surely inform them about this affair of theirs while they are not aware [of your identity].’
««•»»

Pada ayat 10 surat ini telah diterangkan bahwa saudara-saudara Yusuf telah sepakat akan memasukkan Yusuf ke dalam sumur dengan harapan ia akan ditemukan oleh kafilah yang ingin mengambil air dan dibawa ke negeri yang jauh agar ia tidak dapat bertemu lagi dengan ayahnya.

Pada ayat ini diterangkan bahwa sesampainya mereka di suatu tempat yang ada sumurnya mereka melaksanakan permufakatan jahat mereka, dan memasukkan Yusuf ke dalam sumur dengan demikian mereka merasa amat gembira karena momok yang selama ini menghantui jiwa mereka sudah tidak ada lagi.

Menurut anggapan mereka Yusuflah yang merebut kasih sayang ayahnya dan sekarang karena dia tidak ada lagi tentulah kasih sayang Yakub akan tertumpah kepada mereka.

Bagaimana dengan Yusuf sendiri yang telah mendekam dalam sumur yang gelap itu? Tentulah dia akan sangat bersedih hati dan terbayanglah dalam pikirannya bahwa dia akan mati kedinginan dan kelaparan dan tidak akan dapat bertemu lagi dengan ayah ibunya serta saudara-saudaranya.

Pada saat yang amat kritis itulah Allah mengilhamkan kepadanya agar dia jangan khawatir dan jangan bersedih hati, Allah akan memeliharanya dan melepaskannya dari bahaya yang menimpanya. Nanti dia akan mendapat pertolongan dari kafilah dan akhirnya ia akan mendapat kedudukan yang tinggi sehingga ia dapat mengingatkan saudara-saudaranya atas pengkhianatan mereka sedang mereka sendiri tidak sadar bahwa orang yang menceritakan itu adalah Yusuf sendiri.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat) telah bertekad bulat (untuk memasukkannya ke dalam sumur) jawab dari lafal lammaa tidak disebutkan, yaitu maka mereka melakukan niatnya itu. Untuk itu mereka melepas baju Nabi Yusuf setelah terlebih dahulu dipukuli dan dicaci maki, kemudian mereka mengulurkan tali timba ke dalam sumur tersebut sedangkan Nabi Yusuf diikatkan padanya.

Ketika tali timba mencapai setengah kedalaman sumur, lalu mereka melepaskannya, supaya Nabi Yusuf jatuh ke bawah lalu mati. Akan tetapi Nabi Yusuf jatuh di air, kemudian ia duduk di atas batu besar yang ada dalam sumur itu. Lalu saudara-saudaranya menyerunya, dan Nabi Yusuf menjawab seruan mereka; akan tetapi mereka menganggap bahwa Nabi Yusuf meminta pertolongan kepada mereka. Mereka bermaksud untuk menimpakan batu besar kepadanya, akan tetapi mereka dicegah oleh Yahudza.

(Dan Kami wahyukan kepadanya) sewaktu ia berada di dalam sumur. Nabi Yusuf hidup di dalam sumur selama tujuh belas tahun atau kurang daripadanya. Allah memberikan wahyu kepadanya sebagai penenang hatinya ("Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka) sesudah peristiwa ini (tentang perbuatan mereka ini) tentang perlakuan mereka ini (sedangkan mereka tiada ingat lagi.") terhadap dirimu sewaktu kamu bercerita kepada mereka.

««•»»
So when they went off with him, and agreed, resolved, to put him into the bottom of the well (the response of lammā, ‘when’, has been omitted, in other words [understand it as being] fa‘alū dhālika, ‘they did [just] that’) by taking off his shirt — after having beaten him, humiliated him and desiring to kill him — and lowering him in a bucket [into the well]. When he reached half-way down the well, they flung him [from the bucket] so that he would [fall and] die, but he fell into the water and took refuge near a rock. They then called to him and he responded, thinking that they had [decided to have] mercy on him. They then wanted to smash his head with a rock, but Judah prevented them. And We revealed to him, in the well, through true revelation (wahy haqīqa) — he was 17 years of age or just under — in order to reassure his heart: ‘Truly you shall inform them, after this day, of this affair, [this] deed, of theirs when they are unaware’, of [who] you [are] (wa-hum lā yash‘urūna is a circumstantial qualifier referring to the action of ‘informing’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:15

[012] Yusuf Ayat 014

««•»»
Surah Yusuf 14

قَالُوا لَئِنْ أَكَلَهُ الذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّا إِذًا لَخَاسِرُونَ
««•»»
qaaluu la-in akalahu aldzdzi/bu wanahnu 'ushbatun innaa idzan lakhaasiruuna
««•»»
ereka berkata: "Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi {745}."
{745} Maksudnya: menjadi orang-orang pengecut yang hidupnya tidak ada artinya.
««•»»
They said, ‘Should the wolf eat him while we are a hardy group, then we will indeed be losers!’
««•»»

Mereka menjawab: "Wahai ayah kami, sungguh tidak pada tempatnya ayah curiga dan gelisah serupa itu dan janganlah ayah merasa khawatir atas keselamatan si Yusuf. Kami ini sudah besar-besar dan dewasa kami ini orang-orang kuat semuanya dan kami telah berjanji akan menjaga dan memeliharanya. Apa yang ayah khawatirkan itu tidak mungkin akan terjadi dan kalau terjadi juga, maka apalah arti hidup bagi kami jika kami yang besar dan yang kuat ini tidak menjamin keselamatan adik kami. Dengan demikian kami akan termasuk orang-orang yang merugi, orang yang tidak berharga sedikit pun. Akhirnya karena desakan yang sangat kuat dari saudara-saudara Yusuf dan mereka telah memberikan jaminan pula, maka dengan perasaan berat terpaksalah Yakub memberi izin kepada mereka untuk membawa Yusuf bermain-main ke tempat gembala padang pasir.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka berkata, "Jika benar-benar) lam di sini bermakna qasam atau sumpah (ia dimakan oleh serigala sedangkan kami adalah golongan yang kuat) kelompok yang kuat (sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi.") orang-orang yang tidak mampu membela diri. Kemudian setelah itu Nabi Yakub mengizinkan kepergian mereka membawa Nabi Yusuf.
««•»»
They said, ‘Truly if (la-in: the lām here is for oaths) the wolf were to devour him, when we are [so hardy] a band, a group, then we indeed are losers!’, incapable [of anything]. Thus, he sent him off with them.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:14

[012] Yusuf Ayat 013

««•»»
Surah Yusuf 13

قَالَ إِنِّي لَيَحْزُنُنِي أَنْ تَذْهَبُوا بِهِ وَأَخَافُ أَنْ يَأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَأَنْتُمْ عَنْهُ غَافِلُونَ
««•»»
qaala innii layahzununii an tsadzhabuu bihi wa-akhaafu an ya/kulahu aldzdzi/bu wa-antum 'anhu ghaafiluuna
««•»»
Berkata Ya'qub: "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya."
««•»»
qāla ʾinnī la-yaḥzununī ʾan tadhhabū bihī wa-ʾakhāfu ʾan yaʾkulahu dh-dhiʾbu wa-ʾantum ʿanhu ghāfilūna
««•»»

Yakub berkata kepada mereka: "Hai anak-anakku! Aku akan menjadi gelisah dan sedih jika kamu membawanya bermain-main berolah raga dan berlomba dan tinggal sendirian karena masih kecil dan belum sanggup melayanimu bermain-main? Siapa tahu kalau-kalau datang serigala lalu menerkam dan memakannya sedangkan kamu semua sedang asyik bermain-main."

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Berkata Yakub, "Sesungguhnya amat menyedihkan aku kepergian kalian) bila kalian pergi (bersama Yusuf) karena merasa berat berpisah dengannya (dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala) makna yang dimaksud adalah jenis, yaitu mencakup semua binatang buas. Tersebutlah bahwa daerah tempat tinggal mereka terkenal banyak hewan buasnya (sedangkan kalian lengah daripadanya.") lalai daripadanya.
««•»»
He said, ‘Lo! It grieves me that you should go with him, that is, your departure [with him grieves me], because I would be separated from him, and I fear lest the wolf devour him (al-dhi’b here represents the genus, for their land had many wolves in it), while you are heedless of him’, distracted [by something else].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:13

Minggu, 15 Maret 2015

[012] Yusuf Ayat 012

««•»»
Surah Yusuf 12

أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
««•»»
arsilhu ma'anaa ghadan yarta' wayal'ab wa-innaa lahu lahaafizhuuna
««•»»
Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya."
««•»»
Let him go with us tomorrow so that he may eat lots of fruits and play, and we will indeed take [good] care of him.’
««•»»

Biarkanlah dia pergi berekreasi dengan kami besok ke tempat penggembalaan, berolah raga dan berlomba. Kami akan membawa makanan enak-enak, buah-buahan yang lezat yang akan kami santapi setelah selesai bermain-main. Kami akan selalu menjaga dan memeliharanya dari segala bahaya. Percayalah dia kepada kami. Insya Allah dia akan senang kepada kami dan kami pun menyenangi dia dan dia akan kami bawa pulang dengan selamat dan tidak kurang suatu apa.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Berkata Yakub, "Sesungguhnya amat menyedihkan aku kepergian kalian) bila kalian pergi (bersama Yusuf) karena merasa berat berpisah dengannya (dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala) makna yang dimaksud adalah jenis, yaitu mencakup semua binatang buas. Tersebutlah bahwa daerah tempat tinggal mereka terkenal banyak hewan buasnya (sedangkan kalian lengah daripadanya.") lalai daripadanya.
««•»»
Send him forth with us tomorrow, to the desert, to frolic and play (read [first person plural] narta‘ wa-nal‘ab, ‘that we might frolic and play’, or [third person plural] yarta‘ wa-yal‘ab, ‘that he might frolic and play’), in other words, so that we might be spirited and roam freely. Surely we shall take good care of him’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:12