««•»»وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
««•»»
walaqad hammat bihi wahamma bihaa lawlaa an raaa burhaana rabbihi kadzaalika linashrifa 'anhu alssuu-a waalfahsyaa-a innahu min 'ibaadinaa almukhlashiina
««•»»
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya {750}. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.
{750} Ayat ini tidaklah menunjukkan bahwa Nabi Yusuf a.s. punya keinginan yang buruk terhadap wanita itu (Zulaikha), akan tetapi godaan itu demikian besanya sehingga andaikata Dia tidak dikuatkan dengan keimanan kepada Allah s.w.t tentu Dia jatuh ke dalam kemaksiatan.
««•»»She certainly made for him; and he would have made for her [too] had he not beheld the proof of his Lord. So it was, that We might turn away from him all evil and indecency. He was indeed one of Our dedicated servants.
««•»»
Dalam suasana yang kritis ini istri Al-Aziz tidak mau mundur setapak pun karena ia menganggap Yusuf adalah budak yang harus melaksanakan segala keinginan dan perintahnya apalagi dia merasa telah merendahkan dirinya dengan menolak ajakan dan penyerahan jiwa raganya.
Maka ketika Yusuf menolak juga, maka dia telah bertekad untuk membalas dendam dengan mencelakakan Yusuf. Tetapi dari pihak Yusuf, ia telah bertekad pula untuk menolaknya karena perbuatan itu melanggar agama, mengkhianati tuannya yang telah berjasa dan berbuat baik kepadanya dan merusak kehormatannya dan kehormatan tuannya. Kedua, Yusuf dan istri Al-Aziz masing-masing telah mempunyai tekad yang bertentangan antara satu sama lainnya.
Sebagian ahli tafsir mengartikan (hamma) dalam ayat ini dengan arti "ada perhatian" untuk melakukan perbuatan terlarang itu.Adapun dari pihak Yusuf sebagai seorang pemuda yang jantan dan ganteng tidak ada salahnya kalau ia mempunyai perhatian terhadap istri Al-Aziz yang cantik dan ayu itu sedangkan dia telah membujuk dan merayunya pula.
Jadi dalam hal ini hanya sekadar perhatian tidaklah akan mengurangi kesucian jiwa dan kebersihan hatinya karena ia sebagai manusia normal tentu mempunyai tabiat dan naluri yang sesuai dengan kemudaannya. Tetapi Yusuf dengan segera sadar dan insyaf dan mengingat Tuhannya sehingga tetaplah ia menolak ajakan itu. Dengan kesadaran dan keinsyafan itu bebaslah dia dari bujukan setan. Demikianlah Allah memelihara Yusuf dari perbuatan keji dan mungkar itu karena ia memang termasuk hamba Allah yang saleh.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Sesungguhnya wanita itu telah mempunyai maksud terhadap Yusuf) artinya dia telah bermaksud terhadap Nabi Yusuf supaya menyetubuhinya (dan Yusuf pun bermaksud melakukannya pula dengan wanita itu) artinya Yusuf pun mempunyai keinginan yang sama (andaikata dia tidak melihat tanda dari Rabbnya) menurut Ibnu Abbas r.a. bahwa pada saat yang kritis itu tiba-tiba Nabi Yakub atau ayahnya tampak di hadapannya, lalu memukul dadanya sehingga keluarlah nafsu syahwat yang telah membara itu dari semua ujung-ujung jarinya.
Jawab dari lafal laulaa ialah lajaama`ahaa; artinya niscaya Yusuf menyetubuhinya. (Demikianlah) Kami perlihatkan tanda kekuasaan-Ku kepadanya (agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran) perbuatan khianat (dan kekejian) perbuatan zina.
(Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terikhlas) dalam hal ketaatan. Menurut suatu qiraat dibaca mukhlishiin dengan dikasrahkan huruf lam-nya; artinya sama dengan lafal al-mukhtaariina atau orang-orang yang terpilih.
««•»»
And she certainly desired him, she sought sexual intercourse with him, and he would have desired her [too], he would have sought the same, had it not been that he saw the proof of his Lord: Ibn ‘Abbās said, ‘Jacob was made to appear before him, and he struck his [Joseph’s] breast, whereupon his [sexual] desire withdrew [from his body] through his fingernails (the response to lawlā, ‘had it not been’, has been omitted: [understood to be] la-jāma‘ahā, ‘he would have lain with her’). So it was, that We made him see the proof, that We might ward off from him evil, betrayal, and lewdness, [the act of] fornication. Truly he was of Our devoted servants, in terms of obedience (mukhlisīn: a variant reading has mukhlasīn, in other words, ‘chosen/purified [servants]’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 23]•[AYAT 25]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#12:24
And she certainly desired him, she sought sexual intercourse with him, and he would have desired her [too], he would have sought the same, had it not been that he saw the proof of his Lord: Ibn ‘Abbās said, ‘Jacob was made to appear before him, and he struck his [Joseph’s] breast, whereupon his [sexual] desire withdrew [from his body] through his fingernails (the response to lawlā, ‘had it not been’, has been omitted: [understood to be] la-jāma‘ahā, ‘he would have lain with her’). So it was, that We made him see the proof, that We might ward off from him evil, betrayal, and lewdness, [the act of] fornication. Truly he was of Our devoted servants, in terms of obedience (mukhlisīn: a variant reading has mukhlasīn, in other words, ‘chosen/purified [servants]’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 23]•[AYAT 25]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#12:24

Tidak ada komentar:
Posting Komentar