Kamis, 26 Februari 2015

[012] Yusuf Ayat 011

««•»»
Surah Yusuf 11

قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَى يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ
««•»»
qaaluu yaa abaanaa maa laka laa ta/mannaa 'alaa yuusufa wa-innaa lahu lanaasihuuna
««•»»
Mereka berkata: "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya.
««•»»
They said, ‘Father! Why is it that you do not trust us with Joseph? We are indeed his well-wishers.
««•»»

Pada ayat ini terbayang dengan jelas betapa besar kecurigaan Nabi Yakub terhadap saudara-saudara Yusuf dan dia sangat khawatir membiarkannya bergaul dengan mereka, apalagi setelah mendengar cerita Yusuf tentang mimpinya itu. Sikap ayah mereka ini sangat menyesalkan hati dan menyinggung perasaan mereka. Dengan terus-terang mereka berkata: "Wahai ayah kami, mengapa engkau selalu mencurigai kami terhadap Yusuf padahal kami tetap mencintai dan menyayanginya, selalu berusaha agar dia senang dan gembira dan tidak pernah terlintas dalam pikiran kami akan menyakiti hatinya apalagi menganiayanya. Mengapa engkau tidak membiarkan dia bergaul, bercengkerama dengan sewajarnya seakan-akan engkau menaruh curiga terhadap kami."

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Apa sebabnya engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menginginkan kebaikan baginya.") orang-orang yang bersedia mengurusi semua kepentingan-kepentingannya.
««•»»
They said, ‘O father, what is wrong with you that you do not trust us with Joseph? We are indeed his well-wishers, we are indeed only looking out for his best interests.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:11

[012] Yusuf Ayat 010

««•»»
Surah Yusuf 10

قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِي غَيَابَةِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ
««•»»
qaala qaa-ilun minhum laa taqtuluu yuusufa wa-alquuhu fii ghayaabati aljubbi yaltaqithhu ba'dhu alssayyaarati in kuntum faa'iliina
««•»»
Seorang diantara mereka berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat."
««•»»
One of them said, ‘Do not kill Joseph, but throw him into the recess of some well so that some caravan may pick him up, if you are to do [anything].’
««•»»

Rupanya masih ada di antara mereka yang tidak mau melaksanakan usul itu dan masih mengalir dalam tubuhnya rasa kasih sayang terhadap saudaranya dan tergambar dalam khayalnya, betapa ngerinya perbuatan itu, maka dia mengusulkan agar Yusuf jangan dibunuh. Maksud tujuan kita hanyalah supaya dia terpisah dari ayahnya dan demikian perhatian ayah kita akan tertumpah kembali kepada kita. Mengapa untuk mencapai tujuan itu kita harus melakukan pembunuhan, melakukan suatu dosa besar yang belum tentu akan diampuni Tuhan? Saya mempunyai usul yang tidak begitu berat dosanya yaitu kita jatuhkan saja dia ke dalam sebuah sumur yang tidak ada airnya dan nanti dia akan ditemukan oleh para musafir dan akan dibawa mereka ke negeri yang jauh. Dengan demikian dia tidak akan mati dan kita bebas dari dosa pembunuhan sedang maksud dan tujuan kita tercapai juga. Akhirnya usul ini mereka terima dengan baik, dan mereka sudah bertekad dalam hati untuk melaksanakannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Seorang di antara mereka berkata,) yaitu Yahudza ("Janganlah kalian bunuh Yusuf, tetapi lemparkanlah dia) masukkanlah dia (ke dasar sumur) yang gelap sekali. Menurut qiraat lafal al-jub dibaca dalam bentuk jamak (supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir) orang-orang yang sedang melakukan perjalanan (jika kalian hendak berbuat.") apa yang kalian kehendaki, yaitu ingin memisahkan antara Yusuf dan ayahnya, maka cukuplah dengan cara tersebut.
««•»»
One of them, namely, Judah, said, ‘Do not kill Joseph, but cast him, throw him, into the bottom of a well (ghayābat al-jubb is the darkest recess of a well; a variant reading has the plural [ghayābāt]), so that some caravan might pick him up, if you are to do anything’, of what you desire, in the way of separating [Joseph from us]: so content yourselves with this [solution].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:10

[012] Yusuf Ayat 009

««•»»
Surah Yusuf 9

اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِنْ بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ
««•»»
uqtuluu yuusufa awi ithrahuuhu ardhan yakhlu lakum wajhu abiikum watakuunuu min ba'dihi qawman shaalihiina
««•»»
Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik {744}."
{744} Menjadi orang baik-baik yaitu, mereka setelah membunuh Yusuf a.s. bertaubat kepada Allah serta mengerjakan amal-amal saleh.
««•»»
‘Kill Joseph or cast him away into some [distant] land, so that your father’s love may be exclusively yours, and that you may become a righteous lot after that.’
««•»»

Dalam suatu musyawarah untuk menetapkan suatu tindakan yang tepat dan tegas terhadap Yusuf, mereka mengusulkan agar dia dibunuh saja, atau dibuang ke tempat yang jauh sehingga ia tidak mungkin kembali atau binasa dan mati di tempat pembuangan itu.

Dengan demikian ayah mereka Yakub akan berputus asa dan tidak mempunyai harapan lagi untuk bertemu dengan anaknya yang paling disayanginya itu, dan lama-kelamaan tentunya dia akan melupakannya. Selama ini yang menjadi halangan baginya untuk memperhatikan kita ialah Yusuf di sampingnya. Bila Yusuf sudah tiada atau tersingkir ke negeri yang jauh tentulah ayah kita akan kembali memperhatikan kita dan menyayangi kita.

Mereka menginsyafi bahwa tindakan ini adalah suatu tindakan yang kejam tidak berperikemanusiaan, suatu tindakan kriminal yang sangat besar dosanya, tetapi mereka telah jauh tersesat dari jalan yang benar dan terjerumus ke dalam perangkap setan sehingga tidak tampak lagi oleh mereka akibat perbuatan itu bagi ayahnya dan bagi diri mereka sendiri dengan melakukan perbuatan yang amat besar dosanya.
Mereka membujuk diri mereka sendiri dengan mengatakan meskipun kita telah berdosa tetapi pintu tobat masih terbuka lebar bagi kita semua. Kita akan bertobat dengan tobat nasuha dan tidak akan berbuat seperti itu lagi kemudian kita semua akan menjadi hamba Allah yang saleh. Dan tentulah Allah akan menerima tobat kita dan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita dengan demikian ayah kita akan merasa senang dan sayang kepada kita dan Allah tidak akan menyiksa kita.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah) ke tempat yang jauh dan belum dikenal (supaya perhatian ayah kalian tertumpah kepada kalian) sehingga beliau hanya memperhatikan kalian dan tidak kepada yang lainnya (dan sesudah itu hendaklah kalian) sesudah membunuh Yusuf atau membuangnya (menjadi orang-orang yang baik.") dengan jalan bertobat.
««•»»
Kill Joseph or cast him away into some land, that is, into some distant land, so that your father might be solely concerned with you, so that he might turn [his attention] to you and not be distracted by anyone else, and that thereafter, that is, after killing Joseph or casting him away, you might be a righteous folk’, by repenting.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 8]•[AYAT 10]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#12:9

[012] Yusuf Ayat 008

««•»»
Surah Yusuf 8

إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
««•»»
idz qaaluu layuusufu wa-akhuuhu ahabbu ilaa abiinaa minnaa wanahnu 'ushbatun inna abaanaa lafii dhalaalin mubiinin
««•»»
(Yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.
««•»»
When they[1] said, ‘Surely Joseph and his brother[2] are dearer to our father than [the rest of] us, though we are a hardy group. Our father is indeed in manifest error.’
[1] That is, the brothers of Joseph (ʿa).
[2] That is, Benjamin.
««•»»

Berkatalah saudara Yusuf antara sesama mereka: "Sesungguhnya ayah kita lebih banyak menyayangi Yusuf dan saudaranya Bunyamin dan lebih banyak menumpahkan perhatiannya kepada keduanya, padahal kitalah yang lebih berhak untuk disayangi dan diperhatikan karena kita ini sudah menjadi orang dewasa yang kuat dan dapat membelanya dan memenuhi segala kebutuhannya. Sikap ayah kita itu adalah sikap yang bertentangan dengan keadilan dan persamaan hak antara anak-anak. Kenapa ayah lebih mengutamakan dua orang anak yang lemah dan tak berdaya itu daripada kita yang kuat dan lebih sanggup berkhidmat dan berbakti kepadanya?"

Sepintas lalu tampak dengan jelas kebenaran ucapan saudara-saudaranya Yusuf itu, seakan-akan Nabi Yakub as. telah membuat kekeliruan dengan tindakannya itu padahal dia seorang Nabi yang selalu dibimbing Allah dalam segala sikap dan tindakannya.

Menurut riwayat memang Yakub menumpahkan perhatian yang besar sekali terhadap Yusuf, karena dia melihat bahwa ada firasat dan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa dia mempunyai keistimewaan tentang sifat dan pembawaannya. Keistimewaan ini tak terdapat pada saudara-saudaranya yang lain. Maka dia amat menggantungkan harapan kepadanya apalagi setelah ia mendengar Yusuf menceritakan mimpinya itu.

Jadi kalau ia lebih cinta kepadanya dan lebih banyak memperhatikannya, maka hal itu adalah wajar apalagi Yusuf dan Bunyamin masih kecil-kecil lebih banyak membutuhkan perhatian dan bimbingan orang tuanya dibanding saudara-saudaranya yang sudah besar. Hanya sifat iri dan dengki sajalah yang mendorong saudara-saudaranya untuk melakukan tindakan permusuhan terhadapnya, bukanlah karena ayah mereka sudah menyimpang dari jalan keadilan.

Bagi seorang manusia apalagi bagi Yakub yang sudah tua itu tidak ada salahnya kalau hatinya cenderung kepada salah satu anaknya, cinta kasihnya lebih banyak tertumpah kepada anak-anaknya yang masih kecil, karena cinta dan kasih sayangnya itu tidaklah berada dalam kekuasaan manusia.
Allah berfirman:
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian.
(QS. An Nisa' [4]:129)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Ingatlah (ketika mereka berkata) yaitu sebagian saudara-saudara Nabi Yusuf kepada sebagian yang lain ("Sesungguhnya Yusuf) lafal Yusuf berkedudukan menjadi mubtada (dan saudaranya) yang sekandung yaitu Bunyamin (lebih dicintai) menjadi khabar dari lafal Yusuf tadi (oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita ini adalah satu golongan) kelompok yang kuat. (Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kesesatan) kekeliruan (yang nyata) kekeliruan yang jelas dikarenakan ia lebih menyayangi Yusuf dan saudara sekandungnya daripada kita.
««•»»
Mention, when they, that is, [when] some of Joseph’s brothers, said, to some of the others: ‘Surely Joseph (la-Yūsufu is the subject) and his brother, his full brother Benjamin, are dearer (ahabbu is the predicate) to our father than we are, though we be a [hardy] band, a group. Lo! our father is in plain aberration, in manifest error, for preferring those two to us.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:8

Jumat, 13 Februari 2015

[012] Yusuf Ayat 007

««•»»
Surah Yusuf 7

لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ
««•»»
laqad kaana fii yuusufa wa-ikhwatihi aayaatun lilssaa-iliina
««•»»
Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.
««•»»
In Joseph and his brothers there are certainly signs for the seekers.
««•»»

Allah memperingatkan lebih dahulu bahwa pada kisah Nabi Yusuf Alaihis Salam ini terdapat contoh teladan yang baik dan pelajaran bagi orang yang memperhatikannya yaitu betapa besarnya kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan betapa luasnya hikmah dan kebijaksanaan-Nya dalam mengatur sesuatu dalam suatu rentetan kejadian yang akhirnya sampai kepada tujuan yang dimaksud yaitu pemberian rahmat dan karunia kepada orang yang dikasihi-Nya. Sesudah itu barulah Allah mengisahkan bagaimana sikap saudara-saudara Yusuf terhadapnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya telah ada pada) kisah (Yusuf dan saudara-saudaranya) jumlah mereka ada sebelas orang (tanda-tanda) bahan-bahan pelajaran (bagi orang-orang yang bertanya).
««•»»
Verily in, the tale of, Joseph and his brethren — who were eleven — are signs, lessons, for those who inquire, about their tale.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:7

Kamis, 12 Februari 2015

[012] Yusuf Ayat 006

««•»»
Surah Yusuf 6

وَكَذَلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَعَلَى آلِ يَعْقُوبَ كَمَا أَتَمَّهَا عَلَى أَبَوَيْكَ مِنْ قَبْلُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
««•»»
wakadzaalika yajtabiika rabbuka wayu'allimuka min ta/wiili al-ahaadiitsi wayutimmu ni'matahu 'alayka wa'alaa aali ya'quuba kamaa atammahaa 'alaa abawayka min qablu ibraahiima wa-ishaaqa inna rabbaka 'aliimun hakiimun
««•»»
Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya ni'mat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan ni'mat-Nya kepada dua orang bapakmu {743} sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
{743} Dimaksud bapak disini kakek dan ayah dari kakek.
««•»»
That is how your Lord will choose you, and teach you the interpretation of dreams,[1] and complete His blessing upon you and upon the house of Jacob, just as He completed it earlier for your fathers, Abraham and Isaac. Your Lord is indeed all-knowing, all-wise.’
[1] Or ‘the interpretation of visions.’
««•»»

Selanjutnya ayahnya berkata: "Demikianlah Tuhan akan memilihmu untuk menjadi Nabi dan mengangkat derajatmu menjadi penguasa serta menganugerahkan kepadamu berbagai macam nikmat dan kemuliaan dan Dia akan memberikan kepadamu ilmu dengan mengilhamkannya kepadamu. Dengan ilmu itu kamu dapat menakbirkan mimpi dan mengetahui hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh manusia biasa. Hal ini terbukti di waktu Yusuf dalam penjara dapat menakbirkan mimpi raja Mesir sehingga ia menjadi orang yang disegani, dan diangkat menjadi penguasa tertinggi. Selain itu dapat mengetahui makanan apa yang akan dibawa oleh pegawai penjara sebelum makanan itu sampai ke kamar temannya,

Seperti tersebut dalam firman Allah dalam surat ini juga:
قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَكُمَا ذَلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّي
Yusuf berkata: "Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu sebelum makanan itu sampai kepadamu; yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku."
(QS. Yusuf [6]:37)

Kemudian ayahnya berkata lagi: "Allah akan menyempurnakan nikmat dan karunia-Nya kepadamu dan kepada keluarga Yakub termasuk ayahmu, saudaramu dan keturunan mereka di belakang hari. Adapun nikmat dan karunia-Nya kepadamu ialah seperti yang telah saya terangkan tadi, sedang nikmat dan karunia-Nya kepada ayah dan ibumu serta saudara-saudaramu dan keturunan mereka ialah terlepasnya mereka dari berbagai macam kesulitan dan marabahaya dan mendapat kehormatan serta kedudukan di Mesir, kemudian di antara turunan keluarga Yakub akan diangkat pula beberapa orang nabi. Semua nikmat dan karunia itu telah diberikan Allah kepada nenekmu Ibrahim dan Ishak dan kepada Ibrahim Allah telah menjanjikan akan memilih di antara keluarga dan keturunannya untuk menerima kenabian dan kitab suci."

Demikianlah takbir mimpi itu dan bergembiralah dengan rahmat dan karunia Allah yang dianugerahkan kepadamu tetapi engkau harus tabah dan sabar menghadapi segala ujiannya dan penuh tawakal serta rela atas segala yang ditimpakan-Nya kepadamu, karena Dia Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui segala apa yang ditetapkan-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan demikianlah) seperti apa yang kamu lihat dalam mimpimu itu (telah memilih kamu) telah mengangkatmu (Rabbmu dan diajarkan-Nya kepadamu sebagian dari takwil-takwil mimpi) makna mimpi (dan disempurnakan-Nya kepadamu nikmat-Nya) yaitu kenabian (dan kepada keluarga Yakub) yakni anak-anaknya (sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya) yaitu nikmat kenabian (kepada kedua orang tuamu sebelum itu, yaitu Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Rabbmu Maha Mengetahui) tentang makhluk-Nya (lagi Maha Bijaksana) di dalam memperlakukan mereka.
««•»»
Thus, in the way that you have seen, will your Lord prefer you, choose you, and teach you the interpretation of events, the interpretation of visions, and perfect His grace upon you, with prophethood, and upon the House of Jacob — [upon] his sons — as He perfected it, with prophethood, formerly on your fathers Abraham and Isaac. Truly your Lord is Knower, of His creatures, Wise’, in what He does with them.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:6

[012] Yusuf Ayat 005

««•»»
Surah Yusuf 5

قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ
««•»»
 qaala yaa bunayya laa taqshush ru/yaaka 'alaa ikhwatika fayakiiduu laka kaydan inna alsysyaythaana lil-insaani 'aduwwun mubiinun
««•»»
Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."
««•»»
He said, ‘My son, do not recount your dream to your brothers, lest they should devise schemes against you. Satan is indeed man’s manifest enemy.
««•»»

Oleh sebab itu berkatalah Nabi Yakub as. kepada anaknya:
"Hai anakku jangan sekali-kali engkau beritahukan apa yang engkau lihat dalam mimpi itu, karena kalau mereka sampai mengetahuinya, mereka akan mengerti takbir mimpi itu dan mereka akan iri dan dengki terhadapmu. Aku melihat bahwa mimpi itu bukan sembarang mimpi. Mimpimu itu adalah sebagai ilham dari Allah bahwa engkau di belakang hari akan menjadi orang besar dan berpengaruh dan manusia akan tunduk patuh kepadamu termasuk saudara-saudaramu dan aku beserta ibumu. Aku tidak dapat menjamin bahwa saudara-saudaramu tidak akan melakukan tindakan-tindakan buruk terhadapmu karena memang manusia ini selalu diperdayakan oleh setan semenjak dari Adam as. sampai sekarang dan tetap akan memperdayakannya sampai hari kiamat agar mereka tersesat dari jalan yang benar dan tetap akan membujuk dan merayunya untuk rela melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan agama dan perikemanusiaan."

Nasihat ayahnya itu disadari sepenuhnya oleh Yusuf dan selalu diingat dan dikenangnya sehingga nanti pada akhir kisah ketika ia telah dapat bertemu dengan seluruh keluarganya ia tetap mengatakan bahwasanya setanlah yang memperdayakan saudara-saudaranya sehingga terputus hubungan antara dia dengan keluarganya sebagai tersebut dalam firman Allah:

وَقَالَ يَا أَبَتِ هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku, inilah takbir mimpiku yang dahulu itu, sesungguhnya Tuhanku telah menjadikan suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
(QS. Yusuf [12]:100)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Ayahnya berkata, "Hai anakku! Janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-audaramu, maka mereka membuat makar kepadamu) maksudnya mereka pasti akan membuat tipu muslihat guna membinasakanmu, karena terdorong oleh rasa dengki mereka kepadamu. Tentu mereka menakwilkan impianmu itu, bahwa bintang-bintang itu adalah mereka sendiri dan matahari itu adalah ibumu, sedangkan bulan adalah ayahmu. (Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.") jelas permusuhannya.
««•»»
He said, ‘O my son, do not relate your vision to your brothers, lest they plot against you some plot, [lest] they scheme to kill you, out of envy, knowing that the interpretation [of the dream] is that they represent the [eleven] planets, your mother, the sun and your father, the moon. Truly Satan is to man a manifest foe, [one] of evident enmity.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:5

[012] Yusuf Ayat 004

««•»»
Surah Yusuf 4

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
««•»»
idz qaala yuusufu li-abiihi yaa abati innii ra-aytu ahada 'asyara kawkaban waalsysyamsa waalqamara ra-aytuhum lii saajidiina
««•»»
(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku {742}, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."
{742} Bapak Yusuf a.s. ialah Ya`qub putera Ishak putera Ibrahim a.s.
««•»»
When Joseph said to his father, ‘Father! I saw eleven planets,[Or ‘stars.’] and the sun and the moon: I saw them prostrating themselves before me.’
««•»»

Pada suatu ketika Nabi Yusuf as. memberitahukan kepada ayahnya Nabi Yakub bin Ishak bin Ibrahim bahwa ia bermimpi dan melihat dalam mimpinya itu sebelas buah bintang, matahari dan bulan, semuanya tunduk dan sujud kepadanya. Tentu saja sujud di sini bukanlah dengan arti menyembah seperti yang kita kenal, tetapi hanyalah sujud dalam arti kiasan yaitu tunduk dan patuh. Sujud dengan arti tunduk dan patuh itu ada juga terdapat dalam Alquran,

Seperti firman Allah:

وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
(QS. Ar Rahman []:6)

Setelah mendengar cerita itu, mengertilah Nabi Yakub as. bahwa mimpi anaknya itu bukanlah mimpi biasa sekadar hiasan tidur tetapi mimpinya itu adalah suatu ilham dari Allah sebagaimana kerap kali dialami oleh para nabi.

Ia yakin bahwa anaknya ini akan menghadapi suatu urusan yang sangat penting dan setelah dewasa menjadi penguasa di mana masyarakat akan tunduk kepadanya tidak terkecuali saudara-saudaranya dan ibu bapaknya.

Ia merasa khawatir kalau hal ini diketahui oleh saudara-saudaranya dan tentulah mereka akan merasa iri dan dengki terhadapnya dan berusaha untuk menyingkirkannya atau membinasakannya apalagi mereka telah merasa bahwa ayah mereka lebih banyak menumpahkan kasih sayangnya kepadanya.

Tergambarlah dalam khayalnya bagaimana nasib anaknya bila mimpi itu diketahui oleh saudara-saudaranya tentulah mereka dengan segala usaha dan tipu daya akan mencelakakannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Ingatlah (Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya) Nabi Yakub ("Wahai ayahku!) dibaca kasrah, yaitu abati untuk menunjukkan adanya ya idhafat yang tidak disebutkan. Sedangkan bila dibaca fatah, maka menunjukkan adanya huruf alif yang tidak disebutkan, yaitu abata, kemudian alif ditukar dengan ya (Sesungguhnya aku telah melihat) di dalam tidurku, yakni bermimpi (sebelas buah bintang dan matahari serta bulan, kulihat semuanya) lafal ra-aytuhum berkedudukan menjadi taukid atau pengukuh dari lafal ra-aytu di muka tadi (sujud kepadaku.") lafal saajidiina adalah bentuk jamak, yang alamat i`rabnya memakai ya dan nun karena menggambarkan keadaan sujud, hal ini merupakan ciri khas daripada makhluk yang berakal.
««•»»
Mention, when Joseph said to his father, Jacob: ‘O my father (read yā abati to indicate the omitted yā’ of genitive annexation [sc. of yā abī]; or read yā abata to indicate that an alif, originally a yā’, has been omitted) I saw, in my sleep, eleven planets and the sun and the moon, I saw them ([repeated] for emphasis) prostrating themselves before me’ (sājidīn: this plural form is used to describe [the act of] ‘prostration’, which is an attribute associated with rational beings).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:4

[012] Yusuf Ayat 003

««•»»
Surah Yusuf 3

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ
««•»»
nahnu naqushshu 'alayka ahsana alqashashi bimaa awhaynaa ilayka haadzaa alqur-aana wa-in kunta min qablihi lamina alghaafiliina
««•»»
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.
««•»»
We will recount to you the best of narratives1 in what We have revealed to you of this Qurʾān, and indeed prior to it you were among those who are unaware [of it].
««•»»

Pada ayat ini Allah mengkhususkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad saw. dan tentu saja untuk diperhatikan oleh orang Arab dan umat manusia seluruhnya. Para mufassirin mengatakan bahwa surat Yusuf ini adalah salah satu di antara surat-surat dalam Alquran yang diturunkan untuk menghibur dan menggembirakan hati Nabi Muhammad saw. di kala beliau menderita tekanan-tekanan yang berat dari kaum Quraisy berupa cemoohan, hinaan, kekerasan sehingga beliau terpaksa hijrah bersama Abu Bakar ke Madinah.

Memang demikianlah halnya karena kisah Nabi Yusuf ini adalah suatu kisah yang menarik sekali, dikisahkan dengan cara terperinci tiap babak mengandung hikmah yang dalam dan pelajaran yang besar manfaatnya bagi orang yang memperhatikannya apalagi bila dilihat dari segi keindahan susunan bahasanya dan isi ceritanya yang belum dikenal seluruhnya baik oleh Nabi Muhammad saw. sendiri maupun oleh kaum Quraisy dan orang Arab pada umumnya.

Kisah ini selain menceritakan keadaan Nabi Yakub as. beserta anak-anaknya yang masih hidup dengan cara kehidupan orang-orang Badui, menceritakan pula bagaimana kehidupan dalam masyarakat yang telah maju dan berkebudayaan tinggi, bagaimana kehidupan golongan atas para penguasa yang penuh dengan kemewahan dan kesenangan dan bagaimana pula cara mereka mengendalikan pemerintahan dan mengatur perekonomian negara. Benarlah firman Allah yang mengatakan bahwa kisah Nabi Yusuf as. yang akan dikisahkan berikut ini yang baik dan menarik, kisah yang paling indah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan) melalui apa yang Kami wahyukan (Alquran ini kepadamu dan sesungguhnya) lafal in merupakan takhfif daripada lafal inna (kamu sebelumnya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui).
««•»»
We will relate to you the best of narratives in what We have revealed, in Our revealing, to you this Qur’ān, though (wa-in: in is softened, in other words [understand it as] wa-innahu) prior to it you were of the heedless.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Thabrani dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a., bahwasanya Arbad bin Qais dan Amir bin Thufail datang ke Madinah menemui Rasulullah saw. Lalu Amir bin Thufail berkata, "Hai Muhammad! Hadiah apakah yang akan engkau berikan kepadaku, jika aku masuk Islam?"
Rasulullah saw. menjawab,
"Engkau akan mendapatkan sebagaimana apa yang didapat oleh kaum Muslimin yang lain, dan engkau pun akan menerima seperti apa yang mereka alami?"

Lalu Amir berkata lagi, "Apakah engkau akan menjadikan aku sebagai penggantimu sesudahmu?"

Rasulullah saw. menjawab,
"Hal tersebut bukan untukmu dan bukan untuk kaummu."

Lalu mereka berdua keluar dari majelis Rasulullah saw. Setelah mereka keluar, lalu Amir berkata kepada Arbad, "Bagaimana kalau aku menyibukkan diri Muhammad dengan berbicara kepadanya, kemudian dari belakang kamu tebas dia dengan pedangmu?" Arbad setuju dengan usul tersebut, lalu keduanya kembali lagi menemui Rasulullah saw.

Sesampainya di sana Amir berkata, "Hai Muhammad! Berdirilah bersamaku, aku akan berbicara kepadamu." Kemudian Amir berbicara kepadanya, dan Arbad menghunus pedangnya; akan tetapi ketika Arbad meletakkan tangannya pada pegangan pedangnya, tiba-tiba tangannya lumpuh. Dan Rasulullah saw. melirik kepadanya serta melihat tingkahnya itu dengan jelas, lalu beliau berlalu meninggalkan mereka. Maka setelah itu keduanya pergi, dan ketika mereka berdua sampai di kampung Ar-Raqm, lalu Allah mengutus halilintar kepada Arbad untuk menyambarnya, maka halilintar itu membunuhnya.

Kemudian turunlah firman-Nya,
"Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan..."
(QS. Ar-Raa'd [13];8).

sampai dengan firman-Nya,
"Dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya."
(QS. Ar-Raa'd [13];13).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian 
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#12:3