Sabtu, 18 April 2015

[012] Yusuf Ayat 021

««•»»
Surah Yusuf 21

وَقَالَ الَّذِي اشْتَرَاهُ مِنْ مِصْرَ لِامْرَأَتِهِ أَكْرِمِي مَثْوَاهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَكَذَلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُ مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
««•»»
waqaala alladzii isytaraahu min mishra liimra-atihi akrimii matswaahu 'asaa an yanfa'anaa aw nattakhidzahu waladan wakadzaalika makkannaa liyuusufa fii al-ardhi walinu'allimahu min ta/wiili al-ahaadiitsi waallaahu ghaalibun 'alaa amrihi walaakinna aktsara alnnaasi laa ya'lamuuna
««•»»

Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya {748}: "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak." Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.
{748} Orang Mesir yang membeli Yusuf a.s. itu seorang raja Mesir bernama Qithfir dan nama isterinya Zulaikha.
««•»»
The man from Egypt who had bought him said to his wife, ‘Give him an honourable place [in the household].[1] Maybe he will be useful to us, or we may adopt him as a son.’ Thus We established Joseph in the land and that We might teach him the interpretation of dreams. Allah has [full] command of His affairs, but most people do not know.
[1] Or ‘Keep him in a respectable manner.’
««•»»

Al-Aziz Mesir yang mengambil Yusuf sangat gembira dan berbesar hati karena dapat membeli seorang anak yang elok rupanya, segar dan sehat badannya ditambah lagi karena terdapat padanya tanda-tanda yang baik yang menunjukkan bahwa dia akan mempunyai masa depan yang gemilang sama seperti firasat ayahnya Yakub terhadapnya.

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud pernah berkata tentang hal ini, katanya: "Orang-orang yang paling tepat firasatnya adalah tiga orang, pertama Aziz Mesir ketika ia memerintahkan kepada istrinya supaya kepada Yusuf agar diberikan tempat dan kedudukan yang baik di istananya; kedua putri (putri Nabi Syuaib) yang meminta kepada ayahnya agar Nabi Musa as. diserahi tugas memelihara dombanya sebagai orang gajian dan ketiga Abu Bakar ketika dia mengangkat Umar bin Khattab sebagai penggantinya.

Oleh karena gembiranya Aziz Mesir memerintahkan kepada istrinya: "Berikanlah kepadanya tempat yang baik di istana ini, perlakukanlah dia sebagai salah seorang keluarga bukan sebagai hamba atau pelayan karena dia akan menjadi seorang yang berjasa kepada kita dan negara atau kita angkat dia sebagai anak yang kita cintai dan kita sayangi yang akan menjadi pewaris kita kelak di kemudian hari."

Demikianlah Allah mengatur dan menakdirkan dengan membentangkan jalan bagi Yusuf dan memberi kesempatan kepadanya agar ia mengembangkan bakat dan kepandaiannya sehingga dia mendapat kedudukan yang tinggi di Mesir. Di samping itu Allah mengajarkan pula kepadanya ilmu menakbirkan mimpi dan dengan ilmu itu dapat berhubungan dengan raja sehingga ia dikeluarkan dari penjara dan mendapat kepercayaan yang besar sekali dan akhirnya diserahkan kepadanya urusan perbendaharaan dan kekayaan negara. Demikianlah Allah melaksanakan kehendak-Nya itu tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan orang Mesir yang membelinya berkata) dia bernama Qithfir Al-Aziz (kepada istrinya) yaitu Zulaikha ("Berikanlah kepadanya tempat dan layanan yang baik) muliakanlah dia di antara kita (boleh jadi dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut dia sebagai anak.") disebutkan bahwa Qithfir Al-Aziz tidak mempunyai anak atau impoten.

(Dan demikian pulalah) artinya sebagaimana Kami selamatkan dia dari pembunuhan dan sewaktu di dalam sumur serta Kami jadikan hati Al-Aziz merasa sayang kepadanya (Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi) negeri Mesir sehingga sampai pada waktunya (dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi) makna mimpi; lafal linu`allimahu diathafkan kepada fi`il yang keberadaannya diperkirakan dan berta`alluq kepada lafal makkannaa; artinya

Kami ajarkan kepadanya makna mimpi sehingga ia menguasainya. Atau huruf wawu yang sebelum linu`allimahu ini adalah huruf tambahan. (Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya) tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalang-halangi-Nya (tetapi kebanyakan manusia) yang dimaksud adalah orang-orang kafir (tidak mengetahui) hal tersebut.
««•»»
And he of Egypt who purchased him, Potifar, the Court Officer (Qitfīr al-‘azīz), said to his wife, Zulaikha (Zulaykhā), ‘Give him an honourable place, [an honourable] residence with us. Maybe he will be useful to us, or we may adopt him as a son’ — for he was chaste. Thus, just as We delivered him from being killed and from the well, and softened the Court Officer’s heart for him, We established Joseph in the land, the land of Egypt, until he attained what [status] he attained, that We might teach him the interpretation of events, the interpretation of visions (wa-li-nu‘allimahu min ta’wīli’l-ahādīth is a supplement to an implied [missing part] connected to makkannā, ‘We established’, in other words, [an implied] li-numallikahu, ‘so that We might give him kingship’; or else the wāw [of wa-li-nu‘allimahu, ‘that We might teach him’] is [to be understood as being] extra). God’s way [always] prevails, exalted be He, nothing being beyond Him, but most people — and they are the disbelievers — do not know, this.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 20][AYAT 22]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:21

[012] Yusuf Ayat 020

««•»»
Surah Yusuf 20

وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُوا فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَ
««•»»
wasyarawhu bitsamanin bakhsin daraahima ma'duudatin wakaanuu fiihi mina alzzaahidiina
««•»»
an mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf {747}.
{747} Hati mereka tidak tertarik kepada Yusuf karena Dia anak temuan dalam perjalanan. Jadi mereka kuatir kalau-kalau pemiliknya datang mengambilnya. oleh karena itu mereka tergesa-gesa menjualnya Sekalipun dangan harga yang murah.
««•»»
And they sold him for a cheap price, a few dirhams, for they set small store by him.
««•»»

Akhirnya sampailah kafilah itu ke Mesir dan di sana mereka jual Yusuf dengan harga yang murah sekali dibanding dengan mahalnya harga budak di negeri itu, apalagi Yusuf adalah seorang anak yang tampan dan segar bugar.

Para mufassirin mengatakan tentang "beberapa dirham yang dihitung" bahwa yang pasti harganya kurang dari 40 dirham, karena menurut adat kebiasaan di sana bila uang itu jumlahnya 40 dirham atau lebih, maka uang itu tidak dihitung lagi tetapi ditimbang.

Mereka jual Yusuf dengan harga yang begitu murah karena mereka khawatir kalau-kalau ada orang yang tahu bahwa Yusuf bukan budak, mengapa ia diperjualbelikan sedang dia adalah anak yang merdeka, anak orang-orang baik. Karena kekhawatiran itulah mereka ingin cepat-cepat berlepas diri dari dia, asal mereka diberi uang berapa pun jumlahnya cukuplah bagi mereka.

Rupanya sudah ditakdirkan Allah mereka menjual Yusuf kepada seorang penguasa yang amat berpengaruh di Mesir yaitu perdana menteri yang kaya yang biasa disebut di sana dengan Al-Aziz agar dia mendapat kesempatan untuk menaiki tangga kekuasaan dan kemuliaan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mereka menjual Yusuf) orang-orang musafir itu membelinya dari tangan penimba air dan teman-temannya (dengan harga yang murah) kurang dari semestinya (yaitu hanya beberapa dirham saja) sekitar dua puluh atau dua puluh dua dirham saja (dan mereka) yakni saudara-saudara penimba air itu (merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf) kemudian rombongan musafir itu membawa Yusuf ke negeri Mesir selanjutnya Nabi Yusuf dijual oleh orang yang membelinya dengan harga dua puluh dinar, dua pasang terompah dan dua buah baju.
««•»»
Then they sold him — they [the caravan] purchased him from them — for a very low, a diminished, price, a handful of dirhams, 20 or 22; for they, that is, his brothers, set small store by him. So the caravan brought him to Egypt, where the one who had bought him sold him for 20 dinars, two pairs of sandals and two robes.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:20

[012] Yusuf Ayat 019

««•»»
Surah Yusuf 19

وَجَاءَتْ سَيَّارَةٌ فَأَرْسَلُوا وَارِدَهُمْ فَأَدْلَى دَلْوَهُ قَالَ يَا بُشْرَى هَذَا غُلَامٌ وَأَسَرُّوهُ بِضَاعَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَعْمَلُونَ
««•»»
wajaa-at sayyaaratun fa-arsaluu waaridahum fa-adlaa dalwahu qaala yaa busyraa haadzaa ghulaamun wa-asarruuhu bidaa'atan waallaahu 'aliimun bimaa ya'maluuna
««•»»
Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: "Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!" Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
««•»»
And there came a caravan, and they sent their water-drawer, who let down his bucket. ‘Good news!’ he said. ‘This is a young boy!’ So they hid him as [a piece of] merchandise, and Allah knew best what they were doing.
««•»»

Tidak lama sesudah Yusuf berada di dalam umur, datanglah suatu kafilah yang datang dari Madyan hendak berangkat ke Mesir. Kebetulan air persiapan mereka sudah habis dan pergilah mereka ke sumur itu lalu menjatuhkan timba ke dalamnya untuk mengambil air.

Melihat timba diulurkan orang ke dalam sumur, gembiralah hati Yusuf dan timbullah harapan di dalam hatinya bahwa dia akan dapat keluar dari bahaya yang sedang dihadapinya itu. Dengan cepat dia pegang tali timba itu kuat-kuat sehingga orang di atas sumur itu merasa heran kenapa air sumur ini amat berat. Tetapi mereka tetap menarik tali itu bersama-sama, dan ternyata bukan air yang terangkat ke atas tetapi seorang anak muda yang manis dan elok rupanya.

Alangkah gembiranya pemimpin kafilah itu melihat anak yang sehat dan segar bugar ini terbayanglah dalam pikirannya ia akan mendapat keuntungan yang besar dengan menjualnya kepada orang kaya di Mesir nanti.

Dengan cepat ia memerintahkan agar Yusuf disembunyikan supaya jangan kelihatan oleh orang lain karena mungkin orang-orang di daerah itu akan mendakwa bahwa anak itu adalah anak penduduk kampung itu sendiri. Tetapi Allah Maha Mengetahui niat pemimpin kafilah itu sebagaimana Dia mengetahui apa maksud dan tujuan saudara-saudara Yusuf memasukkannya ke dalam sumur.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir) rombongan orang-orang yang melakukan perjalanan dari Madyan ke Mesir, lalu mereka istirahat di dekat sumur Nabi Yusuf (lalu mereka menyuruh seorang pengambil air) yang khusus untuk mencari air buat minum rombongan musafir (maka dia menurunkan) melepaskan (timbanya) ke dalam sumur kemudian Nabi Yusuf bergantung ke tali timba, sehingga keluarlah Nabi Yusuf dari dalam sumur itu.

Ketika pengambil air melihat Nabi Yusuf (dia berkata, "Oh, kabar gembira) menurut suatu qiraat dibaca busyraaya seruan di sini mengandung makna majaz, artinya cepatlah ini sudah masanya bagimu (ini seorang anak muda.") maka hal itu diketahui oleh teman-teman penimba air, lalu mereka mendatanginya.

(Kemudian mereka menyembunyikan dia) artinya, mereka merahasiakan perkara Nabi Yusuf ini, dengan maksud untuk menjadikannya (sebagai barang dagangan) seumpamanya mereka menganggapnya sebagai budak yang telah minggat kemudian ditemukan lagi. Sedangkan Nabi Yusuf diam saja karena ia merasa khawatir akan dibunuh oleh mereka. (Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.)

««•»»
And there came a caravan — travellers going from Midian to Egypt, who stopped near to Joseph’s well — and they sent their water-drawer, the one who goes down to the water [source] to draw from it, and he let down his bucket, into the well and Joseph clung to it and he pulled him out, and when he saw him: he said, ‘Good news!’ (a variant reading [of yā bushrā] has yā bushrāya: this [vocative] call is figurative, in other words [it is to be understood as] ‘Come [O good news], now is your time!’) ‘This is a young boy’. His brothers became aware of this and came to him, and they hid him, that is, they disguised his real status, claiming that he was, as [a piece of] merchandise, by saying, ‘This is a slave of ours: he is a runaway’; but Joseph did not say anything, fearing that they might kill him. But God knew well what they were doing.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of111
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=12&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#12:19